Kamis, 21 Maret 2013

Kumpulan Tweet Raditya Dika 'Kopi Pertama'

"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Perlahan
terasa manis. Seperti rindu yang muncul tanpa
dipaksa, semakin hari semakin pekat."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pas. Seperti
cinta yang tidak banyak meminta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Samar-
samar terasa pahit. Seperti rindu yang pecicilan,
di pagi pertama setelah putus cinta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit-
manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua
orang yang saling berpisah jalan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis bila
diaduk. Seperti dua orang sahabat yg sama2
menyimpan cinta, sama2 tidak tahu."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit.
Seperti dua orang yang terlambat dipertemukan,
lalu sama-sama saling melewatkan."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Manis,
seperti cinta yang sabar menunggu."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Hitam.
Seperti selingkuh tanpa tanda bahaya."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit-
manis. Seperti jatuh cinta sendirian."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Hangat.
Seperti rindu yang sabar menunggu."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Hangat,
manis. Seperti cinta yg datang tanpa tanda2, di
antara dua orang asing, pada sebuah kebetulan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Dingin.
Seperti hujan yang membawa kenangan lama
mampir."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Dingin,
terlalu siang untuk diminum. Seperti cinta yg
terlambat dipertemukan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Keras.
Seperti cinta yg semakin ditahan, semakin
sengit."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
semakin lama semakin manis. Seperti dua orang
yg awalnya saling benci, lalu sama2 tak sengaja
jatuh cinta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini, manis dan
dingin. Seperti wajahmu di sela lamunan, pada
sebuah hujan."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Gelap,
hangat, tidak ingin habis. Seperti hening yg kita
bagi, tiap perjalanan pulang ke rumahmu."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Penuh
ampas di dasar gelas. Seperti dua orang sahabat
yg diam2 saling menyimpan cinta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Hitam,
habis terlalu cepat. Seperti ditinggalkan yg
tercinta, tanpa tanda bahaya."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Harum,
hitam. Seperti aromamu, di pertemuan kita yang
tak sengaja, pada malam yang tak biasa."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Hitam,
terlambat diminum. Seperti cinta yg terlalu lama
untuk diucapkan, lalu hilang ke orang yg lain."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Hitam.
Seperti siluet wajahmu yg tertidur di bahuku,
pada sebuah perjalanan."
"@radityadika: Kopi pertama di bulan Maret.
Pahit, seperti ketakutan2 yg menyertai hubungan
yg baru. Manis, seperti melaluinya tanpa ragu."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis, tidak
ingin habis. Seperti denganmu."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Semakin
pahit diteguk. Seperti kangen yg semakin tidak
tuntas, semakin menyebalkan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Harum.
Seperti wangimu yg tertinggal di ujung hidung
dan kunjung hilang."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Terlalu
siang untuk diseduh. -___-"
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Dingin dan
hambar. Seperti tanpa kasih sayang, di hari kasih
sayang."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
walaupun diminum terlalu siang. Seperti cinta yg
menunggu waktu yg tepat."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Terlalu
manis. Seperti dua orang yg sedang melakukan
pendekatan, dgn penuh kepalsuan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Cukup
manis, cukup pahit. Seperti cinta yg tidak banyak
meminta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Penuh
ampas. Seperti pagi pertama setelah putus cinta."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Satu rasa,
setiap hari. Seperti tahu saatnya berhenti
mencari."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
seperti pertemuan setelah penantian panjang.
Pahit, seperti perpisahan yg terlalu terburu-buru."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
tertutup manis. seperti dua orang yang terlalu
cinta, lalu saling mengucap janji yang tak
mungkin terpenuhi."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Dingin.
Seperti ditinggalkan orang yg tepat, karena sibuk
mencoba yg lain di saat bersamaan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Tidak
cukup manis. Seperti cinta yg terlalu mungil untuk
diucapkan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Luber.
Seperti cinta yang datang di hati yang tidak
terlalu lapang."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis
setelah diaduk. Seperti cinta yang tersembunyi, di
orang yang tidak pernah disangka-sangka."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Tumpah.
Seperti rindu yang terlalu rewel."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
tertutup pahit. Seperti dua orang yang berpura-
pura tidak saling cinta, karena bosan kecewa."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis di
awal, lalu pahit hingga habis. Seperti seseorang
yang dibuat jatuh cinta, lalu ditinggalkan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
terlalu cepat dingin. Seperti dua orang yang mulai
saling kenal. Lalu salah satu mundur di tengah
jalan."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap,
dan harum. Seperti dakocan yg baru keluar dari
segentong parfum."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap,
dan harum. Seperti kenangan lama yg tak
sengaja mampir."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap,
dan harum. Seperti rasa penasaran yg terlalu
cepat selesai."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap,
dan harum. Nikmatnya.. :)"
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap,
dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yg
sudah lama saling bosan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
kental, dan harum. Seperti rindu yg tidak kunjung
selesai."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Manis,
membekas, bikin deg2an. Seperti dua orang yg
saling menemukan, satu sama lain."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
gelap, pekat. Seperti dosa yg ditutupi dengan
rapi."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Hangat,
pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yg
saling meramaikan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Hitam,
pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yg
tidak tega untuk disampaikan."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Hitam,
pahit, membekas. Seperti bayangan masa lalu yg
tidak cukup buram untuk diabaikan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
manis, hangat. Seperti dua orang yg bertemu di
saat yg salah, lalu saling melewatkan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
harum, hangat. Seperti tidak sengaja
melamunkanmu di tengah perjalanan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
hangat, pekat. Seperti cinta yang tumbuh tanpa
permisi."
"@radityadika: Kopi pertama hari ini. Manis,
kental, harum. Seperti cinta yg semakin ditahan,
semakin sengit."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
hangat, pekat. Seperti dua orang yg garis
hidupnya bersinggungan, oleh sebuah
kebetulan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
hambar, penuh ampas. Seperti pasangan yg
sudah tdk cocok tp memaksa untuk cocok,
karena takut sendirian lagi."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Manis,
harum, senyap. Seperti dua orang yg saling
menunggu kata cinta, tapi tidak ada yg berani
mengucapkan."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
pekat, penuh ampas. Seperti jatuh cinta tapi tak
dianggap."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
pekat, bersisa. Seperti ditinggalkan seseorang,
tanpa kata maaf."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit,
tersamar manis. Seperti seseorang yg kesulitan
membedakan jatuh cinta dgn rasa penasaran."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit, tanpa
rasa lain. Seperti seseorang yg menghabiskan
masa mudanya mencintai orang yg salah."
"@radityadika: Kopi pertama pagi ini. Pahit, ada
rindu yang mengampas. Manis, ada cinta yang
diteguk tanpa terburu-buru."

Sabtu, 09 Maret 2013

The Man Who Can't Be Moved

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang kembali ke suatu tempat untuk bertemu dengan kekasihnya
"Going back to the corner, Where i first saw you"
(Kembali ke sudut jalan itu, Di mana aku bertemu denganmu)

Karena itulah orang itu berkemah di tempat tersebut dan berjanji tidak akan pindah
"Gonna camp in sleeping bag, I'm gonna move"
(Aku) Kan berkemah dalam kantong tidurku, Aku takkan pergi)

Kemudian orang ini akan menulis kata-kata di karton, sambil mengingat pujaan hatinya tersebut
"Got some word on cardbord, Got your picture in my hand"
(Kutulis kata-kata dikertas karton, Kugemgam fotomu ditanganku)

Tulisanya dalam karton itu, berkata kepada orang-orang, jika melihat kekasihnya tolong bilang diriku disini
"Saying,"if you see this girl, Can you tell her where i'am"
(Tertulis,"jika kau lihat gadis ini, Bisakah kau katakan padanya dimana diriku)

Namun, beberapa orang malah tidak mengerti dengan keinginanya, bahkan memberinya uang layaknya memberi pengemis
"Some try to hand me money, They don't understand"
(Beberapa orang malah memberiku uang, Mereka tidaklah mengerti)

Karena, dia memang bukanlah seorang pengemis tapi orang yang sedang patah hati
"I'm not broke, I'm just a broken hearted man"
(Saya bukan orang yang bangkrut, Saya hanya seorang yang patah hati)

Perilaku orang-orang ini memang bisa diterima oleh dirinya karena tindakanya memang tidak masuk akal namun apa lagi yang bisa dilakukanya?
"I know it make no sense, But what else can i do?
(Aku tahu ini tidak masuk akal, Tapi apalagi yang bisa aku lakukan?)

Karena bagaimana dirinya bisa melanjutkan hidupnya, kalau memang dirinya masih mencintai orang tersebut
"How can i move on, When i'm still loving you"
(Bagaimana bisa kulanjutkan hidupku, Jika aku masih mencintaimu?)

Karena itulah dirinya masih menunggu, hingga suatu hari saat dimana kekasihnya terbangun dan merindukanya
"Cause if one day you wake up, And find that you're missing me"
(Karena jika suatu hari kau terbangun,Dan menemukan bahwa kau merindukanku)

Kemudian kekasihnya akan bertanya dimanakah diriku
"And your heart start to wonder, Where on this earth i could be"
(Dan saat hatimu mulai bertanya-tanya, Dimanakah diriku)

Dia berpikir mungkin kekasihnya akan kembali ke tempat di mana mereka pertama bertemu
"I thinking maybe you'd come back here, To the place that we'd meet"
(Kupikir mungkin kau akan kembali ke sini, Ke tempat pertama kali kita bertemu)

Karena itulah dirinya akan tetap menunggunya, disudut jalan itu dan tidak akan pernah pergi
"And you'd see me waiting for you, On the corner of the street, So i'm not moving, I'm not moving"
(Dan kau akan melihatku menunggumu, Disudut jalan ini, Maka aku takkan pergi, Aku takkan pergi)

Kemudian ada polisi yang datang mengatakan dirinya tidak boleh berada disini, tapi dirinya akan tetap disini untuk menunggu kekasihnya datang, entah kapan hal itu terjadi
"Policeman says,"son you can't stay here, I said,"there's someone waiting for, If it's day, A month, A years"
(Polisi berkata,"nak kau tak boleh tinggal disisni, Kujawab, "aku sedang menunggu seseorang, Entah sehari, Sebulan, Bahkan setahun)

Bahkan dirinya takkan pergi walaupun hujan ataupun turun salju, Karena tempat inilah yang akan pertama kali dikunjungi kekasihnya, saat berubah pikiran
"Gotta stand my ground even if it rain or snows, If she change her mind, This it the first place she will go"
(Takkan pergi meskipun hujan atau salju turun, Jika dia berubah pikiran, Inilah tempat pertama yang dia akan kunjungi)

Kemudian orang-orang nantinya akan membicarakan dirinya, tentang Seseorang yang menunggu kekasihnya dipinggir jalan
"People talk about the guy who's waiting on a girl, There a no hole in his shoes but a big hole in his world
(Orang membicarakan tentang laki-laki yang menunggu seorang gadis, Sepatunya tak robek tapi hatinya terluka)

Karena bisa saja dirinya menjadi terkenal dan kekasihnya akan melihatnya dari
televisi
"Maybe i"ll get famous as the man who can't be moved, And maybe you wan't mean to
but you'll see me on the news"
(Mungkin aku kan terkenal sebagai pria yang tak mau disuruh pergi, Dan mungkin tanpa sengaja engkau melihatku diberita)

Dan pada akhirnya kau akan datang kesini,
karena memang semua yang dilakukan hanyalah untuk dirimu
"And you"ll come runing to the corner, Cause you know it's just for you"
(Dan kau kan datang kesudut ini, Karena kau tahu semua ini untukmu)

Kemudian dirinya akan terkenal sebagai laki-laki yang tidak bisa berubah
"I'm the man who can't be moved"
(Akulah pria yang tak bisa disuruh pergi)

Pages - Menu